AHLUL BAIT

AHLUL BAIT

Keluarga Rasulullah

صلى ا لله عليه وسلم

Isteri-Isteri Rasulullah

Salallahu ‘AlaihiWa Sallam

KHADIJAH BINTI KHUWAILD
ZAINAB BINTI KHUZAIMAH
AISYAH BINTI ABU BAKAR
HAFSAH BINTI UMAR BIN KHATHTHAB
JUWAIRIAH BINTI HARITS BIN ABU DHIRAR
MAIMUNAH BINTI HARITS AL-HILALIYAH
MARIYAH AL-QIBTIYAH
SAUDAH BINTI ZAM’AH
SOFIAH BINTI HUYAI BIN AKHTAB
UMMU HABIBAH BINTI ABU SUFYAN
UMMU SALAMAH
ZAINAB BINTI ZAHSY

 

Putera Puteri Rasulullah

 Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Pada zaman jahiliyah, kelahiran seorang bayi perempuan adalah lembaran hitam dalam kehidupan sepasang suami istri. Bahkan merupakan lembaran hitam bagi keluarga dan kabilahnya. Kepercayaan masyarakat jahiliyah seperti itu mendorong mereka mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut cela dan aib. Penguburan anak perempuan tersebut dilakukan dengan cara yang sangat sadis tanpa ada rasa sayang dan belas kasih sama sekali. Anak perempuan tersebut dikubur hidup-hidup.

Mereka melakukan perbuatan terkutuk itu dengan berbagai macam cara. Di antaranya, jika lahir seorang bayi perempuan, mereka sengaja membiarkan bayi itu hidup sampai berusia 6 tahun, kemudian si bapak berkata kepada ibu anak yang malang tersebut: “Dandanilah anak ini, sebab aku akan membawanya menemui paman-pamannya.” Sementara si bapak telah menyiapkan lubang di tengah padang pasir yang sepi. Lalu dibawalah anak perempuannya itu menuju lubang tersebut. Sesampainya di sana si bapak berkata kepadanya: “Lihatlah lubang itu!” lalu sekonyong-konyong ia dorong anak itu ke dalamnya dan menimbunnya dengan tanah secara sadis dan keji.

Di tengah-tengah masyarakat jahiliyah seperti itulah Rasululloh صلى ا لله عليه وسلم muncul dengan membawa agama yang agung ini, agama yang menghormati hak-hak perempuan, baik statusnya sebagai ibu, istri, anak, kakak ataupun bibi.

Putri-putri beliau begitu banyak mendapat curahan kasih sayang dari beliau. صلى ا لله عليه وسلم Apabila Fathimah radhiyallahu ‘anha datang, beliau akan segera bangkit menyambutnya sambil memegang tangannya, lalu menempatkannya di tempat duduk beliau. Demikian pula bila Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam datang mengunjungi Fathimah radhiyallahu ‘anhu, ia segera bangkit menyambut beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil menuntun tangan beliau dan menciumnya serta menempatkan beliau di tempat duduknya. (Sebagaimana tertera dalam HR: Abu Daud, Tirmidzi dan An-Nasaai)

Meskipun beliau begitu sayang kepada putri-putrinya dan begitu memuliakan mereka, namun beliau rela menerima talaq (perceraian) kedua putri beliau Ruqaiyyah dan Ummu Kaltsum radhiyallahu ‘anhuma dari suami mereka, yaitu ‘Utbah dan ‘Utaibah putra Abu Lahab setelah turun surat Al-Lahab (”Binasalah kedua tangan Abu Lahab”). Beliau tetap sabar serta mengharap pahala dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Beliau tidak berkenan menghentikan dakwah atau surut ke belakang. Pasalnya kaum Quraisy mengancam, bila beliau tidak menghentikan dakwah, maka kedua putri beliau akan dicerai. Namun beliau tetap teguh dan sabar serta tidak goyah dalam mendakwahkan agama Islam.

Di antara bentuk sambutan hangat beliau terhadap putri beliau adalah sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, yang artinya: “Pada suatu hari kami, para istri Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam, berada di sisi beliau. Lalu datanglah Fathimah radhiyallahu ‘anha kepada beliau dengan berjalan kaki. Gaya berjalannya sangat mirip dengan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau memberikan ucapan selamat untuknya, beliau berkata: “Selamat datang wahai putriku.” Kemudian beliau tempatkan ia di sebelah kanan atau kiri beliau.” (HR: Muslim)

Di antara bentuk kasih sayang dan cinta beliau kepada putri-putri beliau ialah dengan mengunjungi mereka dan menanyakan kabar dan problem yang mereka hadapi. Fathimah radhiyallahu ‘anha pernah datang menemui beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan tangannya yang lecet karena mengadon tepung, ia meminta seorang pelayan kepada beliau. Namun Fatihmah radhiyallahu ‘anha tidak bertemu dengan beliau. Fathimah radhiyallahu ‘anha melaporkan kedatangannya kepada ‘Aisyah radhiyallah ‘anha. Setelah Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam kembali, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan perihal kedatangan Fathimah radhiyallahu ‘anha. ‘Ali radhiyallahu ‘anhu menuturkannya kepada kita: Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu datang menemui kami berdua saat kami sudah berbaring di atas dipan. Ketika beliau datang, kamipun segera bangkit. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tetaplah di tempat kamu!” beliaupun mendekat lalu duduk di antara kami berdua hingga aku dapat merasa-kan sejuk kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau bersabda, yang artinya: “Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik bagi kamu berdua daripada seorang pelayan?” Apabila kamu hendak tidur, bacalah takbir (Allohu Akbar) tiga puluh empat kali, tasbih (Subhaa-nallaah) tiga puluh tiga kali, dan tahmid (Alham-dulillahi) tiga puluh tiga kali. Sesungguhnya bacaan tersebut lebih baik bagimu daripada seorang pelayan.” (HR: Al-Bukhari)

Sungguh, pada diri Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat teladan yang baik bagi kita, teladan dalam kesabaran dan ketabahan. Seluruh putra-putri beliau wafat sewaktu beliau masih hidup -kecuali Fathimah radhiyallah ‘anha, namun meskipun demikian beliau tidak menampar-nampar wajah, merobek-robek pakaian dan tidak mengadakan kenduri kematian (sebagaimana yang dilakukan mayoritas manusia sebagai ungkapan kesedihan dan belasungkawa). Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap sabar dan tabah dengan mengharap pahala dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala serta ridha atas takdir dan ketentuan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

AL-QOSIM BIN MUHAMMAD
ZAINAB BINTI MUHAMMAD
RUQAYYAH BINTI MUHAMMAD
UMMU KULTSUM BINTI MUHAMMAD
FATIMAH AZ-ZAHRA BINTI RASULULLAH
ABDULLAH BIN MUHAMMAD [MENINGGAL KETIKA KECIL]
IBRAHIM BIN MUHAMMAD [MENINGGAL KETIKA KECIL]
 

 

 

 

6 responses to this post.

  1. Posted by elfan on March 12, 2014 at 5:20 am

    Kalau ada yang masih berpendapat ‘ada’ keturunan Ahlul Bait, maka timbul pertanyaan berikutnya:
    1. Keturunan Ahlul bait dari manalah yang anda pilih dan yakini, apakah dari keturunan?
    a. Sunni
    b. Syiah
    c. Hasyim
    d. Ahmadiyah dll.
    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).
    2. Selanjutnya dikabarkan bahwa dari keturunan Ahlul bait tersebut akan lahir Imam Mahdi maka mana pula yang anda pilih dan yakini bahwa apakah dari:
    a. Imam Mahdi kelompok Sunni dan Hasum masih akan lahir;
    b. Imam Mahdi Syiah sudah lahir tapi kini menghilang dulu, nanti dia datang kembali.
    c. Imam Mahdi Ahmadiyah sudah datang dan sudah wafat yakni Mirza Ghulam Ahmad
    3. Rasanya ya gara-gara kita ‘nungguin’ sang tokoh Imam Mahdi, maka kaum Muslim di dunia terlena dng ketidakpastian!
    Yang sudah pasti, sudah ada Al Quran dan sudah hadits Nabi Muhammad SAW sebagai ‘nabi penutup’ ini adalah mukjizat terakhir dari Allah SWT kepada umat manusia.

    Jadi, jangan ditunggu lagi Nabi Isa As akan datang kembali karena misinya sudah selesai (QS. 2:134 dan 141; 21:34-35) dan begitu juga jangan ditunggu sang Imam Mahdi tidak akan lahir, muncul atau hidup kembali walaupun semua sekte dalam kaum Muslim ada yang meyakininya. Atau ditambahada pula versi dari berbagai agama yang non-Islam juga menanti kedatangan sang Mesiah, Imam Mahdi atau Yesus dan lain semacam itu

  2. Posted by ana on January 1, 2014 at 2:38 am

    boleh minta no.tlp contact person nya

  3. Posted by wisanggeni on May 3, 2012 at 4:43 am

    astaghrirullah pengumpat adalah manusia sejelek jeleknya didunia dan akherat

  4. Posted by Anonymous on February 7, 2012 at 1:34 am

    alhamdulillah ana dapat ilmu. Tambah lagi dong ilmunya dari pertama rasul menikahi istri beliau satu persatu dan siapa saja yang melahirkan anak.

  5. ingatya ikhwan!syiah bukan pecinta ahul bait tapi pecinta iblis

  6. Posted by Dean on September 10, 2009 at 7:44 am

    fan, kok blognya sepi2 aja sih? ramein dunks… peace….😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: