UNTUKMU WAHAI IKHWANI …..!!!

ikhwani3(Abu Abdurrahman Al-Bantani)

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kita dan kejelekan amalan kita, siapa yang diberi petunjuk oleh Allah niscaya dia akan tertunjuki, sedang siapa yang disesatkan Allah tiada yang mampu memberi petunjuk kepadanya.

Saya bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Amma ba’du …..

Wahai Ikhwani ….. dengan memohon pertolongan dan hidayah dari Allah Ta’ala, maka penulis yang dhoif ini mengajak kepada antum semua agar kembali ber-Tadabbur kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Salallahu ‘Alaihi wa Sallam … dan hendaknya antum semua menela’ah kitab-kitab para Ulama Sunnah, agar antum semua terbimbing di atas al-haq.

Wahai Ikhwani ….. Tahukah antum bahwa Demokrasi yang kalian agung-agungkan dan kalian bela mati-matian itu ternyata produk orang-orang kuffar yang ingin menghancurkan Islam yang kita cintai. tahukah antum bahwa orang yang pertama kali mengungkap teori demokrasi adalah Plato. Menurut Plato, sumber kekuasaan adalah keinginan yang satu bukan majemuk, dengan kata lain Demokrasi adalah pemerintahan rakyat (dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat). Rakyatlah pemegang kekuasaan mutlak. dan pemikiran seperti ini sangat bertentangan dengan syari’at Islam dan aqidah Islam yang shahih.

Allah Ta’ala Berfirman :

“Artinya : Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah”. [Al-An’am : 57]

Allah Ta’ala Berfirman :

“Artinya : Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir”. [Al-Maidah : 44]

Allah Ta’ala Berfirman :

“Artinya : Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak dizinkan Allah ?”. [As-Syura : 21]

Allah Ta’ala Berfirman :

“Artinya : Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan”.[An-Nisa : 65]

Allah Ta’ala Berfirman :

“Artinya : Dan dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.[Al-Kahfi : 26]

Sebab demokrasi merupakan undang-undang thagut dan merupakan produk orang-orang kuffar, maka wajib bagi kita untuk meninggalkannya dan membuangnya jauh-jauh dari kehidupan seorang muslim.

Allah Ta’ala Berfirman :

“Artinya : (Oleh karena itu) barangsiapa yang mengingkari thagut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul (tali) yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”. [Al-Baqarah : 256]

Oleh karena itu hanya ada dua pilihan, beriman kepada Allah dan berhukum dengan hukumNya atau beriman kepada thagut dan berhukum dengan hukumnya. Setiap yang menyelisihi syari’at Allah pasti berasal dari thagut.

Wahai Ikhwani ….. disebagian kalian ada yang berupaya menggolongkan demokrasi ke dalam sistem syura, pendapat kalian ini tidak bisa diterima, sebab sistem syura itu teruntuk sesuatu hal yang belum ada nash (dalilnya) dan merupakan hak Ahli Halli wal Aqdi, yang anggotanya para Ulama yang wara’ (bersih dari segala pamrih), tidak mengharapkan jabatan … dan tidak mengharapkan kekuasaan … serta hanya mengharap Wajah Allah Ta’ala …

Wahai Ikhwani ….. di dalam Demokrasi yang kalian bangga-banggakan itu terdapat “Serikat Pemikiran”, Maksud dari serikat pemikiran adalah manusia berada dalam naungan sistem demokrasi, mereka memiliki kebebasan untuk memeluk keyakinan apa saja sekehendaknya, kalian tampung ahlul bid’ah … ahlul syirik … bahkan kalian tampung orang-orang kuffar … demi banyaknya suara yang kalian peroleh dalam Pemilu … yang kalian cari hanyalah keridhoan manusia semata tanpa memperhatikan keridhoan Allah Ta’ala. maka tanyalah oleh hatimu ….. Inikah cara Islami ….. ?

Wahai Ikhwani ….. di dalam Demokrasi yang kalian perjuangkan mati-matian itu pun terdapat serikat politik (partai politik) yang akan membuka peluang bagi semua golongan untuk menguasai kaum muslimin dengan cara pemilu tanpa mempedulikan pemikiran dan keyakinan mereka, berarti hal ini adalah bentuk penyamaan antara muslim dan kuffar. dan di dalam Demokrasi pun terdapat tawar menawar kepentingan antara partai Islam dan Kuffar, sehingga tidak ada lagi “AL-WALA WAL BARA”. kalian rela berserikat … duduk satu majelis dengan mereka … dan kalian pun rela Islam ditawar dengan harga yang murah di pasar politik yang hina.

Hal ini jelas-jelas menyelisihi dali-dalil qath’i (absolut) yang melarang kaum muslimin menyerahkan kepemimpinan kepada selain mereka.

Allah Ta’ala Berfirman :

“Artinya : Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman”. [An-Nisa : 141]

Artinya : Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Atau adakah kamu (berbuat demikian) ; bagaimanakah kamu mengambil keputusan ? [Al-Qolam : 35-36]

Karena serikat (bergolong-golongan) itu menyebabkan perpecahan dan perselisihan, lantaran itu mereka pasti mendapat adzab Allah.

Allah Berfirman :

“Artinya : Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat”.[Ali-Imran : 105]

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamaNya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka”. [Al-An’am : 159]

Siapapun yang beranggapan bahwa berserikat ini hanya dalam program saja bukan dalam sistem atau disamakan dengan perbedaan madzhab fikih diantara ulama maka realita yang terpampang di hadapan kita membantahnya. Sebab program setiap partai muncul dari pemikiran dan aqidah mereka. Program sosialisme berangkat dari pemikiran dasar sosialisme, sekularisme berangkat dari dasar-dasar demokrasi, begitu seterusnya.

Sekali lagi Wahai Ikhwani ….. belum cukup kah pelanggaran-pelanggaran syar’i yang selama ini kalian lakukan dalam kampanye-kampanye yang kalian latah seperti latahnya orang-orang kuffar … kalian berjingkrak-jingkrak seperti orang yang kesurupan tatkala alunan musik dari band cokelat, band gigi, dan yang lainnya menyertai perjalanan kampanye kalian. bahkan kalian sambut nyanyian mereka dengan pekikan takbir … subhanallah masih pantaskah kalian menyandang predikat partai islam yang sesuai syar’i … di mana kalian letakkan hati kalian … aqidah kalian … ?

Wahai Ikhwani ….. Bertaubatlah sebelum terlambat, bersegeralah menuju ampunan Allah Ta’ala, tinggalkanlah bid’ah itu … tinggalkanlah politik itu … karena orang yang telah tercebur kedalamnya pasti akan tenggelam dalam maksiat dan dosa, akan sangat sedikit sekali kalian mengambil manfaat darinya … terlalu sangat sedikit … jangan kalian tukar kebahagian abadi dengan kenikmatan sesaat yang tiada arti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: